5 Gangguan Kesehatan Umum pada Bayi dan Cara Menanggulangi

Hasil gambar untuk bayi sehat

Diberi ASI eksklusif, Sudah. Langsung disusui satu jam pertama melahirkan, sudah. Rutin setiap hari menyusui, juga sudah. Lalu kenapa bayi saya masih sakit?

Itu mungkin salah satu pertanyaan dari beberapa ibu cerdas. Atau, setidaknya ibu yang kritis. Apakah anda juga mengalaminya? Jika ya, ada satu hal penting yang perlu diungkapkan untuk anda.

Bahwa ASI mengandung zat imun dan melindungi bayi dari sakit memang benar. Namun, sudah memberikan ASI secara eksklusif tidak berarti 100% menjamin Si Kecil sudah bebas dari sakit dan memang bukan hanya untuk melindungi dari penyakit. Ada banyak manfaat ASI dan ada banyak penyebab yang bisa menjadi alasannya bayi sakit. Bisa karena kualitas ASI, perlakuan terhadap bayi selama masa ASI eksklusif, atau faktor luar lainnya seperti cuaca ekstrim. Bisa saja, kan?

Kalau begitu, buat apa saya repot-repot memberi anak saya ASI kalau masih tetap saja sakit?

Tunggu dulu. Bayi yang diberi ASI saja masih ada kemungkinan sakit, apalagi yang tidak. Jadi, pemberian ASI tetap memiliki nilai penting. Namun, ketika Si Kecil sakit, tugas ibulah yang mengenali apa penyebab dan bagaimana menanggulanginya. Sedankan untuk tindakan dan dignosa lebih lanjut jika bayi anda mengalami gangguan kesehatan kategori parah, tentu saja harus dikonsultasikan dengan dokter atau konsultan ASI anda.

Dan sebelum anda melakukannya, adakalanya sakit yang dialami Si Kecil masih ringan dan bisa ditangani di rumah oleh ibu. Pertolongan pertama ini penting sebelum sakitnya lebih parah. Yang terpentingApa saja gangguan kesehatan yang umumnya terjadi pada bayi saat dia dalam masa menyusui? Dan apa tindakan awal yang bisa dilakukan ibu atau pun ayah? Berikut selengkapnya.

Demam dan Flu disertai badan panas
anak demam

Flu pada bayi bisa disebabkan penularan virus oleh orang dewasa yang sedang sakit. Pada bayi, sakit ini bisa bertahan sampai satu minggu lebih. Sebenarnya, demam dan flu adalah respons bahwa tubuh bayi anda sehat. Efek demam adalah sebagai akibat tubuhnya memerangi penyusup asing, apakah itu virus, bateri dan imunisasi. Namun demikian, tindakan awal yang bisa dilakukan anda adalah:

Perbanyaklah dia istirahat di dalam rumah. Jika bayi anda di atas 6 bulan jangan lupa cukupi kebutuhan cairannya. Air putih menjadi pilihan bagus. Memberikan makanan mengandung cairan seperti buah berair atau jus, kaldu atau sup bisa menjadi alternatif lain. Yang jelas jangan pernah memberinya aspirin kalau tidak ada resep dari dokter.
Memandikan dengan air hangat juga bisa dilakukan. Mandi di sini adalah menggunakan kain lap untuk mengusapi seluruh badannya dengan air hangat. Ini akan membuatnya lebih rileks dan nyaman.
Melumuri badannya dengan minyak angin dapat membantu dia merasa lebih nyaman dengan aromanya. Usapkan pada leher, dada dan bagian perutnya.
Jika masih berlanjut segera konsultasikan dengan dokter. Selama demam dan flu usahakan selera makannya tetap stabil agar tidak bertambah parah. Dan biasanya flu akan disertai dengan batuk sampai dengan dua mingguan.
Memberikan vaksin flu, sebagaimana rekomendasi dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (USCDC). Itu pun jika usianya di atas 6 bulan. Namun, pemberian vaksin ini adalah pilihan terakhir dan sangat bergantung dari kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan karena pemberian vaksin juga memiliki efek samping yang membahayakan bayi. Yang perlu diperhatikan adalah jika demam itu terjadi pada bayi anda di bawah usia 6 bulan segera konsultasikan ke dokter mengenai suhu tubuhnya yang tiba-tiba naik. Menunda hal ini tidak akan banyak membantu mengurangi demamnya.


Mencret atau Diare
bayi diare

Ada banyak penyebab terjadinya diare atau mencret pada bayi. Bisa karena makanannya, kondisi badannya yang sedang demam, atau karena serangan bakteri-bakteri tertentu. Untuk mengetahui apakah bayi anda terserang diare atau tidak anda bisa melihat dari tinjanya ketika mengganti popok. Bayi yang terserang diare akan disertai sedikit darah di tinjanya, juga ketika dia BAB hasilnya tidak padat atau lebih banyak air. Intensitas buang air besarnya juga lebih sering dari pada biasanya.

Jika tanda-tanda di atas mulai terlihat, anda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini untuk antisipasi dini:

Tetap memberikan ASI atau susu formula sebagaimana biasanya, asalkan diarenya tidak disertai muntah-muntah. Tidak perlu khawatir jika bayi untuk sementara waktu tidak mau makan. Biasanya ini akan kembali setelah 1-2 hari selama diare dengan catatan dia tidak kekurangan cairan tubuh.
Memberi makanan berair untuk mencukupi kebutuhan cairannya. Terdengar aneh memang, tapi begitu anda memenuhi cairan tubuhnya hal ini akan mengendalikan diare yang menyerang bayi. Hindari memberikan air gula, jus buah-buahan dengan ampasnya (usahakan disaring terlebih dahulu), soda manis atau jahe.
Memberikan yogurt yang mengandung lactobacillus adalah pilihan tepat jika bayi anda menyukai yogurt. Ini akan mengurangi durasi derita diare bayi anda. Jika diarenya dirasa lama, yang juga penting buatlah dia nyaman dengan menghiburnya dan menjaga popok dan bokongnya tetap kering.
Catatan: jika diarenya melebihi dua hari segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.



Batuk
bayi batuk

Ketika anda mendengar batuk yang terus menerus dari bayi anda, seolah-olah anda akan segera memberikannya sirup atau obat batuk. Padahal, kandungan dari obat penghilang batuk itu lebih dari satu zat kimia, di mana bila digabung dengan zat-zat yang lain akan rentan terhadap overdosis.

Pada kemasan obat batuk anda akan dengan mudah menemukan label “Obat batuk anak”. Padahal jika anda membalik ke sisi yang lain maka akan ada peringatan lain bahwa obat ini untuk usia tertentu dan dengan dosis tertentu lengkap denganefek samping yang akan ditimbulkan. Apa iya anda akan mengorbankan Si Kecil? Apalagi ada peringatan keras dari Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika (American Academy of Pediatrics) bahwa semua obat batuk tidak baik untuk bayi, apalagi di bawah usia 6 bulan.

Sebagai ganti dari obat batuk, anda dapat mencoba cara rumahan yang bisa membantu meringankan derita batuk anak anda:

Memperbanyak minum air dan juga makanan mengandung air, seperti makanan berkuah, jus alpukat yang disaring (tanpa ampas), lemon, jahe dan madu (khusus 12 bulan ke atas, jangan memberikan madu kepada bayi di bawah usia 12 bulan).
Cobalah untuk memijat dengan cara memilin kulit punggung. Cara ini dapat dilihat dalam gambar dibawah ini. Cobalah dari bagian bawah punggung hingga bagian atas dekat leher. Lakukan berulang karena efek yang ditimbulkan akan mengurangi batuk dan dada sesak. Sangat bagus untuk mengurangi asma.
Dari ketiga penyakit umum yang sering diderita bayi di atas adalah penanganan yang masih dalam kategori wajar. Anda bisa mengatasi lebih dini jika gejalanya sudah mulai terlihat. Insting seorang ibu biasanya dapat merasakan jika ada yang tidak beres dengan kondisi bayi. Bila merasakan demikian, bisa dicoba dari beberpa penjelasan di atas.

Namun demikian, sesegera mungkin untuk mengkonsultasikan ke dokter anak. Anda bisa ke dokter umum namun akan lebih tepat ke dokter anak karena sesuai dengan spesialisasinya. Ikuti saran dokter dan padukan dengan perawatan rumahan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Gangguan Kesehatan Umum pada Bayi dan Cara Menanggulangi"

Posting Komentar